Kematian Ali bin Abu Thalib

Dari Asy-Sya’by, dia berkata, “Tatkala Ali RA ditikam dengan suatu tikaman, maka dia bertanya, “Apa tindakan yang dilakukan orang yang telah menikamku ?”.

Orang-orang menjawab, “Kami sudah menangkapnya.”

Ali berkata, “Beri dia makan dari makananku. Beri dia minum dari minumanku. Jika aku masih hidup, serahkan urusan dirinya kepadaku. Jika aku mati, bunuhlah dia dengan sekali tebasan dan jangan sampai lebih.”

Kemudian Ali berpesan kepada Al-Hasan agar memandikannya, seraya berkata, “Janganlah engkau mengkafani jasadku dengan kain yang mahal, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam kain kafan, karena ia akan ditarik dengan tarikan yang cepat”. Berjalanlah dua kali lebih cepat dari jalan biasa saat membawa jasadku. Jangan berlari dan jangan terlalu pelan. Jika dirasa baik, kalian bisa cepat-cepat mengurusi jasadku dan jika dirasa buruk, kalian bisa abaikan jasadku.”

Diriwayatkan bahwa pada malam hari ketika Ali RA ditikam, Ibnut-Tayyah menemuinya bertepatan dengan fajar terbit, lalu  Ibnut-Tayyah melantunkan azan. Saat itu Ali RA dalam keadaan terlentang dan terasa berat badannya. Lalu beliau mencoba untuk bangkit hingga beberapa kali. Setelah bisa berjalan, dia berkata :

“Kencangkan tali kekangmu untuk menghadapi kematian

karena kematianmu pasti akan datang

tak perlu takut menghadapi mati

Dia akan memanggil jika tiba saatnya nanti”.

Ketika Ali bin Abu Thalib tiba di sebuah pintu yang sempit, Abdurrahman bin Muljam menghadang lalu menikamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: