Majelis Imam Ahmad bin Hanbal

Imam Ibnu Hanbal banyak belajar ilmu dari para Syekh (guru) ternama di zamannya. Beliau belajar di masjid Jami Baghdad ketika berumur 40 tahun. Pada usia ini sangatlah tepat dan cocok untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Kelihatannya beliau terhalangi untuk belajar sebelum itu karena beliau mungkin malu melakukan hal yang demikian, sementara para Syekh yang mengajar dan mendidiknya masih hidup.

Beliau berharap melakukan hal yang demikian karena kecintaannya terhadap Rasulullah SAW. Ketika Allah membebankan amanah risalah dan tabligh kepada Rasulullah pada usia 40 tahun, Imam Ahmad bin Hanbal sangat berhati-hati dalam mengikuti metode Rasulullah SAW dalam segala hal.

Imam Ahmad bin Hanbal memiliki pelajaran umum dan khusus. Studi untuk umum beliau adakan setelah Ashar di masjid, yang khusus dilakukan di rumahnya. Studi umum beliau disaksikan oleh banyak sekali pengikut. Diriwayatkan, jumlah yang hadir mencapai 5000 orang. 500 diantara mereka menulis pelajaran beliau. Para pecinta pelajaran beliau sangat beragam.

Di antara mereka ada yang mencari ilmu dan sebagian lain hanya mendengar petuah-petuah. Satu golongan meminta petunjuk tentang akhlaq dan budi pekerti, sedangkan golongan lainnya hanya meminta barakah.

Kewibawaan, ketenangan dan ketekunan meliputi majelis-majelis beliau. Beliau tidak pernah bergurau lama, dan tidak sabar terhadap gurauan orang lain. Apabila di sana terdapat orang yang biasa bercanda, maka orang itu tidak akan berani bergurau selagi Imam Ahmad bin Hanbal berada di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: