Hasil Panen

NasrudinNasrudin dianggap sebagai guru sufi, bahkan ia dipanggil sebagai Mullah, hal ini menunjukkan dia memang berilmu.
Pada suatu hari Nasrudin pergi ke tukang cukur. Sialnya si tukang cukur bekerja amat lamban karena pisaunya tumpul. Setiap kali pipi Nasrudin tergores hingga berdarah, tukang cukur cepat-cepat mengambil sejumput kapas dan meletakkannya pada luka itu.
Hal ini berlangsung terus menerus hingga beberapa kali. Sampai wajah Nasrudin penuh dengan jumputan kapas.
Ketika si tukang cukur hendak melanjutkan dengan pipi Nasrudin yang satunya, tiba-tiba Nasrudin melompat dan memandangi wajahnya di kaca.
“Cukup, terima kasih, Saudara !! Aku telah memutuskan untuk menanam kapas di pipi kiri dan gandum di pipi yang lain !!!”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: